Senin, 03 Desember 2012
Masih penasaran dengan informasi seorang sahabat, akhirnya ku putuskan untuk menelponnya. Untungnya, aku masih mengingat no hpnya dengan baik. Setelah sekian lama, tidak menghubunginya dan mendengar suaranya. Dengan menarik nafas panjang, ku mulai percakapan dengannya. Alhamdulillah, orang di ujung telpon sana masih mengingat suaraku dengan baik.
Diawali dengan Assalamu'alaikum...., percakapan kami dimulai. Percakapan kami tidak terlalu lama, hanya sekitar 10 menit saja (ini sangat berbeda di saat dulu kami masih sering berkomunikasi, bisa telpon sampai berjam2 lamanya). Dalam percakapan itu, aku hanya memastikan saja bahwa dia sudah menikah dan mempunyai keturunan. Aku hanya bisa mengucapkan 'Selamat ya...', walaupun dia masih bertanya "selamat atas apa?". Dengan polosnya aku menjawab: 'Selamat atas pernikahanmu dan kelahiran putramu'. Hehe...lagi2 aku harus menghela nafas panjang.
Mencoba fokus dengan tujuan awal untuk menghubunginya. Aku bertanya: 'Siapa nama anakmu?' Awalnya, dia hanya menjawab singkat, hanya nama panggilannya saja yang dia beritahukan padaku tentang nama putranya tersebut (maaf, aku tidak ingin menyebutkan nama - nama dalam blog ini). Setelah ku paksa untuk menyebutkan namanya, akhirnya dia memberitahu juga siapa nama lengkap anaknya. Surprise.... apa yang sahabatku katakan tentang nama putranya tidak salah. Dia menggunakan namaku sebagai nama tengah kedua putra kembarnya.
Dalam hati, aku hanya bisa bertanya 'kok bisa - bisanya ya???' Bagiku, ini hanya akan menjadi bom waktu bagi dia dan keluarganya. Yah...semoga saja istrinya tidak akan tahu tentang alasan pemberian nama tersebut.
Mungkin, aku tidak akan pernah lagi menghubungimu untuk alasan apapun. Kita sudah mempunyai kehidupan masing - masing. Cerita hidup kita sudah berbeda. Biarkan aku membingkai cerita lalu kita dalam wadah cantik yang tak akan rusak dimakan waktu. Selama aku belum pikun atau amnesia, aku tidak akan melupan cerita kita. Bohong, kalau aku bisa lupa akan cerita masa laluku ini.
Aku hanya bisa berkata, selamat atas kebahagiaan yang telah kamu raih. Doaku akan selalu menyertaimu dan keluarga. Terima kasih, kamu masih mengingatku dengan baik. Terima kasih juga atas penghargaan yang telah kamu berikan. Aku hanya manusia biasa, yang penuh akan salah dan dosa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar